Kumpulan Mutiara Hikmah I
Indahnya Wajah dan Bagusnya Akhlak
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah
berkata:"Hendaklah bagi para pemilik wajah yang rupawan untuk tidak
memperburuknya dengan perilakunya yang buruk, dan hendaknya bagi yang memiliki
wajah yang buruk untuk tidak menggabungkan dua keburukan dalam dirinya
(keburukan rupa dan perilaku)." (Al-Adab asy-Syar'iyyah: 3/125)
Wasiat pembawa keselamatan
Hakim berkata kepada anaknya:Wahai anakku, aku
akan berwasiat kepadamu dengan beberapa hal, jagalah wasiat-wasiat tersebut
niscaya engkau selamat; jangan engkau bergabung dnegan pencemburu buta, jangan
tingga dengan pendengki, jangan bertetangga dengan orang bodoh, jangan
bersaudara dengan orang yang riya dan jangan bersahabat dengan orang yang
pelit." (Nashaaih al-Imaniyah)
Kesalahan dalam ijtihad
Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata:”Jika
salah seorang imam keliru dalam berijitihad, maka tidak sepantasnya kita
melupakan kebaikan-kebaikannya dan menutup ilmu pengetahuannya, akan tetapi ita
memintakan ampun untuknya dan memaafkannya.” (Siyar A’laamin Nubala
18/157)
Tanda Berpalingnya Allah Ta’ala dari
Hamba
قال الحسن : من علامة إعراض الله عن العبد أن
يجعل شغله فيما لا يعنيه .
Al-Hasan pernah berkata, “Diantara tanda berpalingnya Allah Ta’ala dari seorang hamba adalah Dia menjadikan kesibukan (hamba tersebut) dalam perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.”
Al-Hasan pernah berkata, “Diantara tanda berpalingnya Allah Ta’ala dari seorang hamba adalah Dia menjadikan kesibukan (hamba tersebut) dalam perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.”
Jangan Mencela dan Mengajak Debat Kepada
Temanmu
إذا احببت أخاً في الله فلا تماره ولا تشاره (
أي لا تجادله ولا تعيبه ) ولا تسأل عنه أحداً فلربما أخبرك بما ليس فيه فحال بينك
وبينه – معاذ بن جبل رضي الله عنه.
“Apabila engkau mencintai saudaramu (temanmu) karena Allah, maka janganlah engkau mencelanya, janganlah engkau mengajaknya debat, jangan pula engkau menanyakan tentangnya kepada seseorang karena bisa jadi dia akan mengkhabarkan kepadamu sesuatu yang tidak ada pada diri temanmu tersebut, maka akan ada penghalang antara dirimu dengan dirinya.” (Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu)
“Apabila engkau mencintai saudaramu (temanmu) karena Allah, maka janganlah engkau mencelanya, janganlah engkau mengajaknya debat, jangan pula engkau menanyakan tentangnya kepada seseorang karena bisa jadi dia akan mengkhabarkan kepadamu sesuatu yang tidak ada pada diri temanmu tersebut, maka akan ada penghalang antara dirimu dengan dirinya.” (Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu)
Bahaya Menyia-Nyiakan Waktu
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
“Menyia-nyiakan waktu adalah lebih berbahaya dari kematian, karena
menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari Allah dan hari Akhirat, sedangkan
kematian hanya memutuskanmu dari Dunia dan penghuninya.”
Bid’ah Pertama Setelah Wafatnya Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Bid’ah
pertama yang terjadi setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
adalah: bid’ah kenyang, sesungguhnya suatu kaum ketika perut-perut mereka telah
kekenyangan maka hati-hati mereka menjadi tunduk dan condong kepada
Dunia.”
Berbanggalah dengan Mendiamkan
Lisan
Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku
apabila manusia berbangga dengan ucapan-ucapan mereka, maka berbanggalah engkau
dengan berdiam diri (membiarkan lisan tidak berbicara kecuali kebaikan), lisan
berkata setiap pagi dan petang kepada anggota tubuh lainnya: Bagaimana keadaan
kalian? Maka mereka menjawab, “kami senantiasa dalam kebaikan jika engkau
meninggalkan kami”.
Hasad, tidak sabar dan buruknya
akhlak
‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata,
“Tidak ada ketentraman bagi orang yang suka hasad (pendengki), tidak ada
persahabatan bagi orang yang kurang penyabar (cepat bosan), dan tidaklah ada
orang yang senang kepada orang yang buruk akhlaknya.”
Hasad adalah Dosa Pertama di Lagit dan
Bumi
Sebagian Ulama Salaf rahiamhumullah berkata, “
Hasad adalah dosa pertama yang dengannya Allah Ta’ala dimaksiati di Langit,
yaitu hasadnya Iblis kepada Nabi Adam ‘alaihis salam, dan hasad adalah juga dosa
pertama yang dengannya Allah Ta’ala dimaksiati di Bumi, yaitu hasadnya anak Adam
kepada saudaranya sehingga ia membunuhnya.”
Memuliakan Ulama dan Umara
Sahl bin 'Abdillah at-Tasturi rahimahullah
Ta'ala berkata:"Manusia senantiasa dalam keadaan baik selama memuliakan pemimpin
dan 'Ulama. Maka jika mereka memuliakan keduanya niscaya Allah akan memperbaiki
dunia dan Akhirat mereka dan jika mereka meremehkan keduanya, maka mereka telah
merusak dunia dan Akhirat mereka." (Tafsir al-Qurthubi)
Jauhilah Menunda-Nunda Amal
Perbuatan
Al-Hasan rahimahullah berkata, “jauhilah oleh
kalian menunda-nunda (amal perbuatan), karena sesungguhnya engkau adalah dengan
harimu (hari dimana engkau menemuinya), dan bukan dengan hari besokmu; dan jika
engkau berada pada hari esokmu maka jadikanlah hari itu sebagaimana hari dimana
engkau berada, sehingga jika engkau tidak menemui hari esok engkau tidaklah
menyesal dari apa yang lewatkan di hari itu.”
Ijtihad Pelaku Bid’ah
Ayyub As-Sakhtiyani rahimahullah berkata :
“Tidaklah seorang pelaku bid’ah itu semakin menambah ijtihadnya atau
kesungguhannya dalam (kebid’ahannya) melainkan hal itu akan semakin menjauhkan
dirinya dari Allah ‘Azza wa Jalla”. [Talbis Iblis, karya Ibnul Jauzi
rahimahullah, hal: 22]
Kalian Penghilang Kesedihanku
Syu'bah radhiyallahu 'anhu berkata:"Suatu hari
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu keluar menemui shahabat-shahabatnya, lalu
berkata:'kalian adalah penghilang kesedihanku.'" (Al-Ikhwan, Ibnu Abi
Dunya)
Bersalaman
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah
berkata:"Saling bersalaman (dengan seama jenis) menambahkan rasa cinta."
(Al-Muntaqa min Kitabi Makarimil Akhlaq)
Mayat Hidup
Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu ‘anhu ketika
ditanya tentang mayat yang hidup, beliau berkata, “Yaitu orang yang tidak
mengingkari kemungkaran yang ada dihadapannya dengan tangannya, tidak pula
dengan lisannya, dan tidak juga dengan hatinya.”
Rasa takut yang membawa kepada
kebaikan
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata,
“Barang siapa yang takut kepada Allah Ta’ala niscaya rasa takut tersebut akan
menuntunnya kepada setiap kebaikan.”
Wasiat Ibnu 'Abbas
'Utsman bin Hadir rahimahullah berkata:"Aku
menemui Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, lalu kau berkata:"Berilah aku wasiat."
Maka beliau berkata:"Ya, hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan
beristiqomahlah. Ikutilah sunnah (Itiba') dan janganlah membuat bid'ah."
(Riwayat Imam ad-Darimi rahimahullah)
Berbicara adalah Ibarat Obat
‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhu berkata,
“Berbicara adalah ibarat obat, jika engkau menyedikitkannya (menggunakan sesuai
dosisnya) maka ia akan memberikan manfaat, dan jika engkau memperbanyak darinya
(melebihi dosis) maka ia mematikan.”
Meraih Derajat Surga Tertinggi dengan
Berakhlak Mulia
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,
“Sesungguhnya seorang hamba dapat mencapai derajat tertinggi di dalam surga
dengan berakhlak mulia walaupun dia bukan seorang ahli ibadah, dan seorang hamba
akan mendapatkan tempat terendah di neraka jahannam akibat akhlak buruknya
walaupun dia seorang ahli ibadah.”
Perbedaan antara Yakin dan Tawakkal
Ditanyakan kepada sebagian ahli hikmah, ‘Apa
perbedaan antara yakin dan tawakkal…?’ mereka menjawab, “Adapun yakin adalah
engkau membenarkan Allah Ta’ala tentang perkara-perkara yang menyebabkan
teraihnya Akhirat, sedangkan Tawakkal adalah engkau membenarkan Allah Ta’ala
tentang perkara-perkara yang menyebabkan teraihnya dunia.”
Pentingnya Memiliki Akhlak Mulia
Fudhail Ibn ‘Iyadh rahimahullah berkata,
“Sungguh seorang fajir (pelaku maksiat) yang berakhlak mulia menemaniku lebih
aku sukai dari pada seorang ‘abid (pelaku ibadah) yang buruk akhlaknya
menemaniku..”
Perbedaan antara Dermawan dan
Bakhil
Sebagian Ulama Salaf berkata, “Orang yang
dermawan itu dekat dengan Allah Ta’ala, dekat dengan manusia dan jauh dari
neraka; dan orang yang bakhil itu jauh dari Allah Ta’ala, jauh dari manusia dan
dekat dengan neraka”.
Bahaya Meninggalkan Amar Ma’ruf dan Nahi
Mungkar
“Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu berkata,
“Menyerulah kalian kepada yang ma’ruf dan cegahlah oleh kalian perbuatan
mungkar, atau Allah akan menjadikan pemimpin bagi kalian seorang pemimpin yang
zhalim; tidak dimuliakan orang-orang tua diantara kalian dan tidak disayangi
anak-anak kecil (yang lebih muda) diantara kalian; orang-orang baik (shalih)
diantara kalian berdoa kepadaNya akan tetapi tidak diijabahi; kalian meminta
pertolongan maka kalian tidak ditolong; dan kalian meminta ampunan maka tidaklah
diampuni.”
Alqur’an Menunjuki kalian Penyakit dan
Obatnya
Qotadah rahimahulah berkata, “Al-Qur’an
menunjukkan kepada kalian atas penyakit kalian dan obatnya; adapun penyakit
kalian adalah dosa-dosa sedangkan obatnya adalah istighfar”.
Buah ilmu dan Buah Kejahilan
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Seluruh
apa-apa yang tersebut dalam al-Qur’an berupa pujian kepada seorang hamba hal itu
adalah buah dari ilmu, dan seluruh apa-apa yang tersebut dalam al-Qur’an berupa
celaan kepada seorang hamba itu adalah buah dari kejahilan
(kebodohan)”.
Menghadap Allah dengan Menghadirkan
Hati
Haram bin Hayyan rahimahullah berkata,
“Tidaklah seorang hamba menghadap Allah Ta’ala dengan menghadirkan hatinya,
kecuali Allah ‘Azza wa Jalla akan menghadapkan kepadanya hati kaum mukminin
hingga Allah memberikan kecintaan mereka kepadanya”
Menasehati dengan cara tersembunyi
Dahulu para salaf apabila ingin menasehati
seseorang maka mereka akan menasehatinya secara sembunyi-sembunyi, sampai
sebagian mereka berkata: "Barangsiapa yang menasehati saudaranya antara dirinya
dengan saudaranya (secara pribadi) maka dia telah memberi nasehat, dan
barangsiapa yang menasehatiinya di hadapan orang banyak maka dia hanyalah ingin
mencelanya."(Al-'Arba'uuna Haditsan fii al-Akhlaq hal 109)
Cinta Butuh Bukti
Rabi' bin Anas mengatakan sebuah ungkapan dari
sebagian sahabatnya, “Tanda cinta kepada Allah adalah banyak berdzikir/mengingat
kepada-Nya, karena sesungguhnya tidaklah kamu mencintai apa saja kecuali kamu
pasti akan banyak-banyak menyebutnya.” (Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, hal.
559).
Lidah
Fudhail rahimahullah berkata: "Tidak ada organ
tubuh yang paling dicintai oleh Allah dibandingkan lidah apabila dia jujur, dan
tidak ada organ yang paling dibenci oleh Allah dibandingkan lidah apabila dia
pendusta."
Meluruskan Niat
Al-Hasan rahimahullah mengatakan,
“Mudah-mudahan Allah Ta’ala merahmati seorang hamba berhenti dari keinginannya,
jika keinginan tersebut dalam rangka untuk Allah maka ia melakukannya, dan jika
hal tersebut dalam rangka untuk selain Allah maka ia menundanya
(meninggalkannya)”.
Manusia Diciptakan Memiliki Aqal dan
Syahwat
Sebagian Ulama salaf mengatakan, “Allah Ta’ala
menciptakan malaikat dan memberinya akal tanpa syahwat, menciptakan hewan dan
memberinya syahwat tanpa akal, dan Allah menciptakan anak Adam dan memberinya
akal dan syahwat, maka barangsiapa sisi akal sehatnya mendominasi syahwatnya
maka ia menyerupai malaikat, dan barang siapa yang syahwatnya lebih dominan dari
pada sisi akal sehatnya maka ia menyerupai hewan.”
Ghibah
Dikatakan kepada al-Hasan al-Bashri
rahimahullah: "Sesungguhnya Fulan telah mengghibahmu (menggunjing)." Maka
beliaupun memberikan hadiah kepada yang menggunjing beliau semangkuk ruthab
(kurma segar), kemudian laki-laki itu datang dan berkata kepada beliau: 'Aku
telah menggunjingmu, tapi engkau malah memberi hadiah kepadaku?' Maka al-Hasan
berkata: 'Engkau telah menghadiahiku, maka aku ingin
membalasnya.'"(Al-'Arba'uuna Haditsan fii al-Akhlaq hal 137-138)
Wasiat Seorang Wanita Badui
Al-'Utabi rahimahullah berkata:"Aku mendengar
seorang perempuan Arab badui berwasiat kepada anaknya: 'wajib bagimu menjaga
rahasia, dan jauhilah olehmu adu domba, karena sesungguhnya dia tidak membiarkan
kecintaan kecuali akan merusaknya dan tidaklah membiarkan rasa dendam kecuali
akan dibakarnya." (Al-'Arba'uuna Haditsan fii al-Akhlaq hal 140)
Duduk-Duduk Bersama Ahlul Bid’ah
Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma
mengatakan, “Janganlah kalian duduk-duduk bersama ahlul ahwaa’ (ahli bid’ah)
karena sesungguhnya duduk-duduk bersama mereka adalah penyebab sakitnya
hati.”
Taubat Nasuha
Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi rahimahullah
berkata: "Taubat yang benar terkumpul di dalamnya empat hal: istighfar dengan
lisannya, meninggalkan dosa dengan badannya, meniatkan untuk tidak mengulanginya
dan meninggalkan teman-teman buruknya." (an-Nadhratu an-Na'im)
Kebathilan Penyebab Munculnya
Kerusakan
Imam Malik rahimahullah berkata : “ Apabila
nampak kebathilan di atas kebenaran maka niscaya akan tampaklah kerusakan di
muka bumi”.
Hakekat Cinta Allah
Yahya bin Mu'adz rahimahullah berkata: "Telah
berdusta orang yang mengaku mencintai Allah akan tetapi tidak menjaga
aturan-aturan Allah."(al-Arba'uuna haditsan fii al-Akhlaq hal.30)
Saudara Sejati
Bilal Bin Sa’id rahimahullah berkata: “Seorang
saudara yang ketika berjumpa denganmu ia mengingatkanmu akan kewajibanmu kepada
Allah ‘Azza Wajalla adalah lebih baik bagimu daripada seorang sudara yang ketika
bertemu denganmu ia memberikan uang dinar kepadamu” (Az-Zuhd, karya Imam Ahmad,
hal: 533)
Dinar Dirham Adalah Berhala
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
"Setiap ummat memiliki berhala yang disembah, dan berhala ummat ini adalah Dinar
(uang dari emas) dan Dirham (uang dari perak)."(Al-Adab asy-Syar'iyyah, Ibnu
Muflih jilid 3 hal 291)
Harta
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:”Kalau
engkau ingin melihat dari mana seseorang mendapatkan harta, maka lihatlah untuk
apa dia membelanjakkan harta tersebut. Karena sesungguhnya harta yang kotor
dibelanjakkan untuk perbuatan hura-hura.”(al-Amtsal wal Hikam 264)
Kelapangan Rizki
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:”Bukanlah
kelapangan rizki dan pekerjaan dilihat dari banyaknya, dan bukan pula panjangnya
umur dilihat dari banyaknya bulan dan tahun, akan tetapi kelapangan rizki adalah
dengan adanya keberkahan di dalamnya.”(Ad-Daa’ wa ad-Dawaaa’ hal.132)
Fungsi Bintang
Imam Qatadah berkata: Allah Ta 'ala
menciptakan bintang-bintang untuk 3 tujuan; sebagai perhiasan langit, pelempar
syaithan, dan sebagai petunjuk, maka barangsiapa yang mena’wilkannya selain 3
hal di atas maka ia telah salah, menghilangkan kebahagiaannya dan membebani diri
dengan ilmu yang tidak diketahuinya.”
(Shahih al-Bukhari)
(Shahih al-Bukhari)
Teman yang buruk
‘Ali radhiyallahu berkata: ”Tidak ada kebaikan
berteman dengan orang yang terkumpul dalam dirinya sifat-sifat berikut; Apabila
dia berbicara berdusta kepadamu, apabila engkau memberinya amanah dia
mengkhianatimu, apabila dia memberimu amanah dia akan menuduhmu, apabila engkau
memberi kebaikan kepadanya dia mengingkari kebaikanmu, dan bila dia memberikan
kebaikan kepadamu dia akan mengungkit-ungkitnya.”(al-Adab asy-Syar’iyyah Ibnu
Muflih hal 537)
Hati yang penuh keimanan
Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata: ”Tiga
hal yang apabila berada dalam diri seseorang, Allah akan memenuhi hatinya dengan
keimanan: Bersahabat dengan orang faqih, membaca al-Qur’an dan
berpuasa.”(al-Aadab asy-Syar'iyyah Ibnu Muflih jilid 3 halaman 544)
Bahaya Sombong dan Takabbur
Abu Hatim Al-Bastiy rahimahullah mengatakan,
“Tidaklah saya melihat seorangpun yang takabbur (sombong dan membanggakan diri)
terhadap orang yang dibawahnya (status sosialnya) melainkan pasti Allah Ta’ala
memberikan bala’ kepadanya dengan kehinaan terhadap orang yang diatasnya (status
sosialnya)”. (Raudhatul ‘Uqalaa’, karya Ibnu Hibban : 62)
Hari-Hari yang Paling Utama di
Dunia
Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
ditanya tentang sepuluh hari pertama di bulan Dzul Hijjah dan sepuluh hari
terakhir di bulan Ramadhan mana yang lebih utama di antara keduanya..? beliau
rahimahullah menjawab, “Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah lebih
utama daripada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, dan malam-malam sepuluh
hari terakhir di bulan Ramadhan adalah lebih utama daripada malam-malam sepuluh
hari pertama di bulan Dzulhijjah”.
Kebebnaran dan Pengamalan
Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata:
"Tidaklah orang yang berkata kebenaran dan mengamalkannya lebih baik daripada
orang yang mendengarkan kebenaran lalu menerimanya." (al-Adab asy-Syar'iyyah
Ibnu Muflih)
Ulama yang Sesungguhnya
Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata,
“Demi Allah, Bukanlah seorang yang ‘alim (ulama) itu adalah orang yang
mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi orang yang ‘alim itu
adalah: ‘Orang yang mengetahui kebaikan kemudian ia mengikutinya (mengamalkan
kebaikan tersebut), dan mengetahui keburukan lalu ia meninggalkan keburukan
tersebut karena Allah Ta’ala’.” (Az-Zuhd, karya Imam Ahmad, hal: 246)
Bakhil
Al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu'anhuma ditanya
tentang bakhil/pelit, maka beliau menjawab : ”Yaitu seseorang menganggap bahwa
apa yang dia infakkan adalah sirna (tidak mendapat pahala) dan apa yang dia
tahan (tidak diinfakkan) adalah kemuliaan.”(Al-Adab asy-Syar’iyah Ibnu
Muflih)
Hasad
Mu’awiyah radhiyallahu 'anhu berkata: ”Setiap
orang aku bisa membuatnya ridho/rela kepadaku kecuali orang hasad, karena
sesunnguhnya tidak ada yang bisa membuat dia ridho kecuali hilangnya nikmat yang
ada padaku.”
Hamba Allah Paling Baik
Dikatakan kepada Sa’id bi Jubair rahimahullah:
”Siapa hamba Allah yang paling baik?” Beliau menjawab: ”Seorang laki-laki yang
melakukan dosa dan setiap kali mengingat dosanya dia menganggap kecil amalan
ibadahnya”
Berkhalwat dengan Wanita Bukan
Mahram
Umar bin Abdul ‘Aziz Rahimahullah berkata :
“Jauhilah olehmu berkhalwat (bersepi-sepi) dengan seorang wanita yang tidak ada
mahramnya, walaupun hatimu berkata kepadamu agar engkau mengajarinya al-Qur’an”.
(Siratu Umar, karya Ibnul Jauzi rahimahullah : 159)
Orang Ikhlas
Seringkali Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah
mencela dan memaki dirinya dengan mengatakan: ”Engkau berbicara dengan ucapan
orang shalih yang taat lagi rajin beribadah, dan engkau melakukan perbuatannya
orang-orang fasik yang munafik serta riya. Demi Allah ini bukanlah termasuk
sifat-sifat orang yang mukhlish (ikhlash)”
Hakekat Ilmu
Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata:
”Sesungguhnya ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat (hafalan hadits), akan
tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, syaratnya ittiba’
(meneladani Nabi), dan menjauhi hawa nafsu dan bid’ah.”
Alim Rabani
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
”Alim Rabbani adalah yang mengajari manusia ilmu (masalah) yang kecil sebelum
mengajari masalah yang besar.”
Syahwat Tersembunyi
Ibnul Atsir rahimahullah berkata:
”Sesungguhnya syahwat yang tersembunyi adalah keinginan agar amalanya dilihat
oleh manusia.”
Ketenaran
Bisyr bin al-Harits rahimahullah berkata:
”Tidak bertaqwa kepada Allah siapa yang menyukai ketenaran.”
Berpikir Sebelum Melangkah
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
”Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti sejenak (untuk berfikir)
pada keinginannya, apabila keinginannya karena Allah maka dia mengerjakannya dan
apabila karena selainnya maka dia mengurungkannya.”
Nafsu dan Agama
Mujahid rahimahullah berkata: ”Barang siapa
mengagung-agungkan nafsunya dia telah menghinakan agamanya, dan siapa yang
menundukkan nafusnya dia telah memuliakan agamanya.”
Karunia Allah Kepada Orang
Berilmu
Salah sorang salaf berkata: ”Sesungguhnya ilmu adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa yang dicintai dari hambanya, dia tidak didapatkan karena keturunan (nasab), seandainya dia didapatkan karena keturunan maka manusia yang paling pantas mendapatkannya adalah keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Salah sorang salaf berkata: ”Sesungguhnya ilmu adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa yang dicintai dari hambanya, dia tidak didapatkan karena keturunan (nasab), seandainya dia didapatkan karena keturunan maka manusia yang paling pantas mendapatkannya adalah keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Menjaga Muru'ah
Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata: ”Demi
Allah seandainya aku mengetahui kalau meminum air dingin bisa merusak nama
baikku, maka aku tidak akan meminum kecuali air panas.”
Ciri Pendusta
Imam Syafi’i berkata kepada Imam Ahmad bin
Hanbal : “Bagaimana engkau mengetahui para pendusta?” Beliau menjawab : ”Dari
janji-janji mereka.”
Balasan Orang yang Tunduk Kepada
Allah
Al-Haram bin Hayyaan berkata: ”Tidaklah
seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah, melainkan Allah akan
menghadapkan hati-hati orang yang beriman kepadanya sampai Allah memberikan
rizki kepadanya berupa kecintaan mereka kepadanya (kepada hamba
tersebut)”
Tiga yang Merusak
Diriwayatkan bahwa Umar Radhiyallahu 'Anhu
berkata : “Ada tiga yang bisa merusak manusia : para pemimpin yang menyesatkan,
debatnya seorang munafik menggunakan Alqur’an (sedangkan Alqur’an adalah haq)
dan kesalahan seorang alim”
Agar Ilmu Menjadi Indah
Imam Syafi’i Rahimahullah pernah berkata : “Tidaklah ilmu itu menjadi indah dan baik kecuali dengan tiga perkara : taqwa kepada Allah, mengamalkan Sunnah dan khosyyah (takut kepada Allah)”
Agar Ilmu Menjadi Indah
Imam Syafi’i Rahimahullah pernah berkata : “Tidaklah ilmu itu menjadi indah dan baik kecuali dengan tiga perkara : taqwa kepada Allah, mengamalkan Sunnah dan khosyyah (takut kepada Allah)”
Alim Adalah Dokternya Umat
Imam Tsauri Rahimahullah pernah berkata :
“Seorang alim adalah dokternya umat ini sedangkan harta adalah penyakitnya.
Apabila seorang dokter mengambil penyakit untuk dirinya lalu bagaimanakah ia
mengobati orang lain?”
Alim yang Tawadhu’
Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah pernah berkata
: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang alim yang tawadhu’ dan membenci seorang
alim yang sombong”
Penyakit, Pemberi Pelajaran
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :
“Penyakit-penyakit hanyalah dijadikan sebagai pemberi pelajaran bagi hamba,
tidak semua orang yang sakit itu meninggal”
Tanda Kebahagiaan
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :
“Tanda kebahagiaan adalah keyakinan di hati, wara’ dan zuhud dari dunia, malu
dan berilmu”
Hakikat Akhlaq yang Baik
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
“Hakikat akhlaq yang baik adalah mencurahkan segala kebaikan dan menjaga diri
dari segala keburukan dan wajah yang berseri”
Rendah Diri Terhadap Kebenaran
Luqman al-Hakim berkata kepada anaknya :
“Wahai anakku, rendah dirilah terhadap kebenaran, niscaya kamu menjadi orang
yang paling berakal”
Keutamaan Lapar dan Bangun Malam
Diriwayatkan bahwa Dzun Nun al-Mishri
rahimahullah berkata : “Laparlah kamu di siang hari dan bangunlah menjelang
fajar, niscaya kamu melihat keajaiban dari Sang Maha Raja lagi Maha
Kuasa”
Hal Yang Membuat Bosan
Al Mubarrid rahimahullah pernah berkata :
“Barangsiapa yang memanjangkan ceramahnya dan melamakan perkataannya sungguh dia
bisa membuat kebosanan dan membuat perkumpulan menjadi tidak baik”
Debat Agama
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Berdebat
dalam masalah agama membuat hati keras dan melahirkan kebencian”
Hati Yang Selalu Merasa Cukup
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Selagi
anda mempunyai hati yang selalu merasa cukup, maka anda dan raja dunia adalah
sama”
Orang Kaya Sebenarnya
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Orang
kaya yang sebenarnya adalah yang kaya dengan keadaannya, bukanlah orang kaya itu
karena kekayaan dan hartanya”
Ahli Fiqih Sejati
Imam Syafi’i rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya ahli fiqih adalah yang ahli dalam perbuatannya dan bukanlah ahli
fiqih yang ahli dengan perkataan dan penjelasannya saja”
Amalan Yang Paling Berat
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata :
“Amalan yang paling berat ada pada tiga : menderma dari yang sedikit, wara’ pada
waktu menyendiri dan berkata yang benar kepada orang yang diharapkan dan
ditakuti”
Ilmu Adalah Ilmu Yang Bermanfaat
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata :
“Ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, bukanlah ilmu yang hanya dihafal”
Lemah Namun Sombong
Muhammad ibn Ali ibn Husain pernah berkata :
“Sungguh mengherankan bagi orang yang angkuh dan membanggakan dirinya, yang
dimana ia diciptakan dari setetes mani kemudian ia menjadi mayat yang busuk dan
setelah itu dia tidak tahu akan diapakan dia”
Amalan Tanpa Ikhlas
Ibnu al-Qoyyim rahimahullah berkata : “Amalan
tanpa adanya ikhlas dan tanpa mengikuti Rasul -shallahu 'alaihi wasallam-
seperti seorang musafir yang mengisi kantongnya dengan pasir, memberatkannya
namun tidak bermanfaat baginya”
Hikmah, Tafakkur dan Ibrah
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
“Barangsiapa yang perkataannya tidak mengandung hikmah maka itu adalah
main-main, barangsiapa yang diamnya bukan tafakkur maka itu adalah kelalaian dan
barangsiapa yang pandangannya bukan untuk mencari ibrah maka itu adalah
kesia-siaan”
Kufur Nikmat Terhadap Kebaikan
Manusia
Ibnu Atsir rahimahullah berkata : “Barangsiapa
yang kebiasaan dan tabi’atnya mengingkari nikmat dari manusia dan tidak
berterima kasih kepada mereka, maka menjadi kebiasaannya pula kufur terhadap
nikmat Allah dan tidak bersyukur kepadaNya ”
Ingatlah Selalu Kepada Allah
Salman al-Farisi radiyallahu 'anhu berkata :
“Ingatlah Allah pada setiap waktu dimana keinginanmu muncul, pada waktu tanganmu
melakukan sumpah dan juga pada waktu kamu memutuskan satu hukum”
Barangsiapa Menyayangi, Dia Akan
Disayangi
Luqman al-Hakim berkata : “Barangsiapa
menyayangi, dia akan disayangi. Barangsiapa mendengarkan baik-baik, dia akan
faham. Barangsiapa diam, dia akan selamat. Barangsiapa memperbanyak kebaikan,
dia akan beruntung. Barangiapa mendzalimi orang, dia berdosa. Barangsiapa
menyakiti orang, dia akan menyesal dan barangsiapa mempergauli manusia dengan
baik, dia akan bahagia”
Janganlah Kamu…!
Umar bin Abdul Aziz berkata : “Janganlah
sekali-kali kamu mendatangi pintu-pintu para penguasa walaupun kamu
memerintahkan mereka kebaikan atau melarang mereka dari keburukan, dan janganlah
sekali-kali kamu berduaan dengan wanita walaupun kamu mengajarinya salah satu
surat dari Alqur'an, dan janganlah sekali-kali kamu menemani orang yang
mendurhakai orang tua, dia tidak akan menerima kamu karena dia kepada kedua
orangtuanya saja telah durhaka”.
Manfaat Besar Menuntut Ilmu
Imam Syafi’i pernah berkata : “Barangsiapa
mempelajari Alqur'an maka tinggilah martabatnya, barangsiapa mempelajari ilmu
fiqih maka mulialah kedudukannya, barangsiapa menulis hadits maka kuatlah
hujjahnya, barangsiapa mempelajari ilmu hitung maka ariflah sisi pandangnya,
barangsiapa mempelajari bahasa maka lembutlah tabiatnya, dan barangsiapa tidak
bisa menjaga dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya”
Simpanan Rahasia
Umar ibn Abdul Aziz pernah berkata : “Dada
adalah tempat menyimpan rahasia, bibir adalah kuncinya, lisan adalah anak kunci
pembukanya, maka hendaklah setiap orang menjaga
Mengingat Allah dan Mengingat
Manusia
Umar radiyallahu 'anhu berkata : “Selalu
ingatlah kalian kepada Allah, karena itu adalah obat penyembuh, dan janganlah
kalian mengingat manusia, karena itu adalah penyakit”
Gembira dan Sedih
Ikrimah rahimahullah pernah berkata : “Semua
orang itu pasti bergembira dan bersedih, tapi jadikanlah kegembiraan itu sebagai
syukur dan kesedihan itu sebagai sabar ”
Alasan Untuk Saudara Seiman
Abu Qilabah rahimahullah berkata : “Apabila
engkau mendengar dari saudaramu sesuatu yang engkau tidak suka maka carilah
sebisa mungkin alasan untuknya, apabila kamu tidak menemukan alasan maka katakan
dalam dirimu : Barangkali saudaraku memiliki alasan yang saya tidak
mengetahuinya”
Melihat Bid'ah yang Tidak Dirubah
Abu Idris al-Khaulani rahimahullah berkata :
“Aku melihat di pojok masjid ada api yang berkobar itu lebih aku sukai daripada
aku melihat ada satu bid’ah yang tidak dirubah”
Mengikuti Sunnah Rasulullah
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Jika
kalian mendapatkan sunnah milik Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam, maka
ikutilah dan jangan menoleh kepada pendapat siapapun”
Lima Perkara Pada Shahabat dan
Tabi’in
Imam al-Auza’i rahimahullah berkata : “Lima
perkara yang ada pada para Shahabat Rasulullah dan para Tabi’in (pengikut)
mereka dengan baik : menetapi jama’ah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid,
membaca Alqur'an dan jihad di jalan Allah”
Pangkal Ketaatan dan Pangkal
Maksiat
Hatim al-Ashamm rahimahullah berkata :
“Pangkal ketaatan adalah tiga perkara : sedih, ridho dan cinta. Sedangkan
pangkal maksiat adalah tiga perkara : sombong, tamak dan hasad ”
Bekal Terburuk di Akhirat
Fudhail ibn Iyadh rahimahullah berkata :
“Seburuk-buruk bekal menuju akhirat adalah aniaya (permusuhan) terhadap para
hamba Allah”
Sadarlah dan Bersiaplah
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
“Sadarlah wahai orang-orang yang lalai, karena kafilah telah bergerak. Dan di
pagi hari, terpujilah orang-orang yang telah bersiap-siap”
Jika Hati Mati Dan Hidup
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya hati itu mati dan hidup. Jika hati mati, maka paksalah dia untuk
melaksanakan kewajiban-kewajiban. Jika hati telah kau hidupkan, maka berilah
pelajaran dengan amalan-amalan sunnah”.
Tidak Tamak Terhadap Dunia
Ahli hikmah mengatakan : “Barangsiapa beriman
kepada akhirat, maka dia tidak akan tamak terhadap dunia”
Mulianya Akhirat dan Hinanya Dunia
Abu Sulaiman ad – Daroni rahimahullah berkata
: “Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi
apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah menemaninya. Itu karena akhirat
mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina”
Kepada Siapa Kita Berbuat Salah
Bilal Ibn Sa’ad rahimahullah berkata :
“Janganlah kau lihat kecilnya kesalahan, tapi lihatlah kepada siapa kau berbuat
salah”
Mengambil Hikmah dari Setiap Orang
Abdullah Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma
berkata : “Ambillah hikmah dari orang yang kamu dengar darinya. Karena seseorang
terkadang bicara hikmah padahal dia bukan ahli hikmah. Hikmah itu bagaikan panah
yang meluncur bukan dari ahli panah”.
Sibuk Dengan Aib Sendiri
Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Apabila
seseorang itu berfikir dan wara’, maka dia akan disibukkan dengan aibnya sendiri
daripada mengurusi aib orang lain. Bagaikan orang sakit, dia sibuk dengan
sakitnya dan tidak mengurusi sakit orang lain”
Tamu dan Titipan
Abdullah Ibn Mas’ud radiyallahu 'anhu berkata
: “Setiap kalian hanyalah tamu dan hartanya adalah titipan. Maka tamu itu akan
berpamit dan harta itu akan dikembalikan kepada pemiliknya”.
Menjadi Seorang ‘Alim
Umar Ibn Khattab radiyallahu 'anhu berkata :
“Seseorang tidak akan menjadi orang ‘alim, sampai dia tidak hasad terhadap yang
lebih tinggi, tidak meremehkan yang lebih rendah dan tidak mengambil upah dari
amalannya”
Sedikit Tapi Cukup
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda : “Sesuatu yang sedikit tapi mencukupi lebih baik daripada yang banyak
tapi melalaikan”
Menghargai Orang Lain
Imam Syafi’i berkata : “Barangsiapa menghargai
orang-orang, maka orang-orangpun akan menghargainya, dan barangsiapa meremehkan
orang, maka dia tidak akan dihargai”
Kebutuhan Manusia Kepada Ilmu
Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Manusia
lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makanan dan minuman. Seseorang butuh
kepada makanan dan minuman dalam sehari sekali atau dua kali, sedangkan
kebutuhannya terhadap ilmu sebanyak hirupan nafasnya”
Khauf dan Ucapan
Ibnul Katib rahimahullah berkata : “Apabila
khauf ( takut ) tinggal di hati, maka lidah tidak akan mengucap kecuali untuk
yang berguna”
Meneteskan Air Mata
Abdullah ibn ‘Amr ibn ‘Ash radiyallahu 'anhu
berkata : “Sungguh, saya meneteskan setetes air mata karena takut kepada Allah,
lebih saya cintai daripada bersedekah 1000 dinar”
Mengoreksi Diri
Maimun ibn Mihran rahimahullah berkata :
“Tidaklah seseorang termasuk bertaqwa sehingga dia mengoreksi dirinya lebih
daripada dia mengoreksi teman dekatnya, sehingga diapun tahu dari mana
makanannya, dari mana pakaiannya, dari mana minumnya, apakah dari yang halal
ataukah haram”
Gembira dan Tertipu
Bilal Ibn Sa’ad rahimahullah berkata : “Banyak
orang gembira yang tertipu. Dia makan, minum dan tertawa, padahal telah jelas di
dalam kitab Allah bahwa dia adalah bahan bakar neraka”.
Antara Jiwa yang Lapar dan Hati
Abu Sulaiman ad-Darooni rahimahullah berkata :
”Sesungguhnya jiwa itu apabila lapar dan haus, maka jernihlah hatinya dan lagi
lembut. Dan jiwa itu apabila kenyang dan segar dari minum, maka matilah
hatinya”.
Diam dan Ridho manusia
Luqman al-Hakim berkata : “ Diam itu hikmah
tapi sedikit pelakunya”
Imam Syafi’i rahimahullah berkata :” Menggapai ridho manusia adalah tujuan yang tak mungkin dicapai”
Imam Syafi’i rahimahullah berkata :” Menggapai ridho manusia adalah tujuan yang tak mungkin dicapai”
Penyebab Matinya Hati
Shahabat Umar ibn Khattab radiyallahu 'anhu
berkata : “Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya.
Barangsiapa yang banyak salahnya, maka sedikitlah rasa malunya. Barangsiapa yang
sedikit malunya, maka sedikit pula sikap wara’nya. Dan barangsiapa sedikit sikap
wara’nya, maka matilah hatinya”.
Antara Anak Dunia dan Anak Akhirat
Ali Ibnu Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata
: “ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya dunia telah pergi menjauh dan ketahuilah juga
bahwa Akhirat telah datang mendekat. Keduanya punya anak. Jadilah kamu anak –
anak akhirat dan janganlah jadi anak – anak dunia. Karena sesungguhnya hari ini
amal tanpa hisab, dan esok hisab tanpa amal”
Hawa Nafsu dan Panjang Angan –
Angan
Ali Ibnu Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata
: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang
angan – angan. Mengikuti hawa nafsu membuat lari dari kebenaran, adapun panjang
angan – angan membuat lupa Akhirat”
Mengingat Mati dan Sedikit Bicara
Imam al-Auza’i rahimahullah berkata :”
Barangsiapa banyak mengingat mati, dia akan merasa cukup dengan yang sedikit.
Barangsiapa tahu bahwa perkataannya adalah termasuk dari perbuatannya, maka dia
akan sedikit bicaranya”.
Duniamu dan Akhiratmu
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang
‘alim lagi ‘abid dari kalangan tabi’in, beliau berkata : “ Wahai anak Adam,
juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu untung di keduanya, dan janganlah
kamu jual akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan rugi di keduanya. Singgah di
dunia ini sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana sangatlah
panjang”
Bersusah-payah di Dunia untuk Meraih
Kenikmatan Abadi
Ibnul Qayyim berkata, “Orang-orang yang
berakal sehat dari setiap umat telah bersepakat bahwa kenikmatan akhirat tidak
akan dapat diraih dengan kenikmatan dunia, dan bahwa barangsiapa yang
menginginkan untuk beristirahat di akhirat maka ia akan bekerja keras dunia
karena seseorang akan mendapatkan kenikmatan akhirat sesuai dengan tenaga yang
ia kerahkan di dunia untuk meraihnya.”
Tidak Takut Mati
Salamah bin Dinar rahimahullah berkata,
“Setiap perbuatan yang Anda tidak mau apabila kematian menjemput Anda saat Anda
sedang melakukannya, maka tinggalkanlah! Apabila Anda berhasil melakukannya,
maka tidak masalah kapan saja Anda akan meninggal dunia.” (Shifatus Shafwah,
Karya Ibnul Jauzi)
Mampukah Setan Menghalangi Antara Anda dan
Rahmat Allah?
Qatadah as-Sadusi rahimahullah berkata, “Wahai
anak Adam, setan akan mendatangimu dari segala arah, hanya saja ia tidak
mendatangimu dari atasmu, karena setan tidak mampu menghalangi antara Anda dan
rahmat Allah.” (Ighatsatul Lahfan, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah)
Rahasia
Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Tidaklah seorang hamba merahasiakan sesuatu, melainkan Allah akan
menampakkannya melalui raut wajah dan kata-kata yang terucap dari lisannya.”
(al-Adab asy-Syar’iyyah, karya Ibnu Muflih)
Terimalah Kebenaran Tolaklah
Kebatilan!
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Siapa saja yang datang kepadamu membawa kebenaran, maka terimalah
kebenaran itu darinya meskipun dia adalah orang yang jauh darimu dan engkau
membencinya. Sebaliknya, siapa saja yang datang kepadamu membawa kebatilan, maka
tolaklah kebatilan itu darinya meskipun dia adalah orang yang dekat kepadamu dan
engkau mencintainya.”
Hamba yang Dicintai Allah
Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu pernah
berkata, “Sesungguhnya hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang
yang mencintai Allah dan berusaha membimbing orang lain untuk mencintai Allah.”
(Shahih Kitab az-Zuhd, Waki’)
Orang Sombong Akan Terhina
Abu Hatim al-Basti rahimahullah pernah
berkata, “Tidaklah aku melihat seseorang menyombongkan diri terhadap orang yang
berada di bawahnya, melainkan Allah akan mengujinya dengan perasaan rendah diri
dan hina dari orang yang berada di atasnya.” (Raudhatul ‘Uqala, karya Ibnu
Hibban)
Musibah, Awalnya Besar Kemudian
Mengecil
Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Tidaklah Allah menciptakan sesuatu melainkan pada mulanya kecil
kemudian membesar, kecuali musibah; Karena sesungguhnya Allah menciptakannya
besar pada awalnya kemudian mengecil.” (Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil
Barr)
Mengingkari Janji
al-Mutsanna bin Haritstah radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Mati karena kehausan lebih aku sukai daripada aku mengingkari janji
yang pernah aku ucapkan.” (Bahjahtul Majalis)
Pemberi Nasehat yang Melupakan Dirinya
Sendiri
Jundub al-Bajali radhiyallahu ‘anhu pernah
berkata, “Perumpamaan orang yang memberikan nasehat dan peringatan kepada orang
lain akan tetapi ia melupakan dirinya sendiri adalah bagaikan sebuah lilin yang
memberikan penerangan kepada sekelilingnya sedangkan dirinya sendiri terbakar
api.” (Kitab az-Zuhd, karya Imam Ahmad)
Created with the Personal Edition of HelpNDoc:
Free Web Help
generator
Tidak ada komentar:
Posting Komentar